Senin, 18 Juli 2011

“Seks Bebas, 95 Pelajar di Bali Terjangkit HIV/AIDS”


Wuuuiiihhh . . . meningkat teerus . . .
BALI TERCEMAR PIRUS *AHAKAHAK :’(
Nah inilah yang mungkin nyebabin itu terjadi. :

Pertama, jumlah penyalahgunaan narkoba melalui jarum suntik

Kedua, males beli kondom.
Remaja yang beranjak dewasa terus bertambah. Seiring dengan hal itu dorongan hasrat seksual mereka pun terus memuncak. Dorongan itu tidak bisa diganti dengan kegiatan lain sehingga harus disalurkan melalui hubungan seksual.

Celakanya, di keluarga dan sekolah tidak ada pendidikan kesehatan reproduksi (dikenal juga sebagai pendidikan seks) sehingga remaja-remaja yang berada pada posisi puncak dorongan hasrat seksual tidak mengetahui seluk-beluk (hubungan seksual).

Risiko tertular HIV melalui hubungan seksual bukan karena umur dan sifat hubungan seksual, tapi karena kondisi hubungan seksual..”
Pertanyaannya adalah: Bagaimana kalo AIV tertular sejak lahir??
Hmmmm . . itu mah Takdir .
hahaha
Skarang yang tepat adalah bagemana biar kita/semua pelajar tidak sampe kena tu PIRUS
masalah cara dan gaya, sesuain sendiri dah . .
haha . .. :D


Nih ada fakta lain yang tak kalah mencengangkan, Sekelompok pelajar SMP yang sudah aktif melakukan hubungan seksual setiap pekan secara rutin dengan mendatangi lokalisasi (tempat ahakahak).
Nah, apakah laki-laki dewasa yang beristri, lajang atau duda tidak ada yang secara rutin mendatangi lokalisasi?
Kasus HIV/AIDS yang terdeteksi di kalangan remaja ini lagi-lagi dilihat dengan sudut pandang dewasa sehingga remaja menjadi sasaran tembak yang empuk.
Jika sudut pandang itu yang terus dipakai, maka penyebaran HIV yang dilakukan laki-laki dewasa akan terus terjadi karena perhatian hanya pada remaja.

SOOO AYOOO semua. Baik “muda, tua, kakek, nenek, kecil, besar, cantik, agak cantik, cakep, ato yang jelek kayak kamu”, Usahain jangan ampe kna AIDS yaa.
Karna kita ini calon orang hebat masa depan :D

suppord by : okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar